Jumat, 07 Februari 2020

Pentingnya Psikoedukasi Deteksi Dini Gangguan Psikologi pada Lansia

Review Artikel Ilmiah.

K8419014/Brisa Argantasia/Pendidikan Sosiologi Antropologi (https://sosant.fkip.uns.ac.id/) / Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (https://fkip.uns.ac.id/)

Saya akan mereview sebuah artikel yang berjudul Pentingnya Psikoedukasi Deteksi Dini Gangguan Psikologi pada Lansia
(https://uns.ac.id/id/uns-opinion/pentingnya-psikoedukasi-deteksi-dini-gangguan-psikologi-pada-lansia.html)

A. Latar Belakang

Orang lanjut usia atau yang biasa disebut Lansia adalah seseorang yang sudah mencapai usia 60 tahun dan mengalami penuaan dalam berbagai segi. Yakni, mencakup segi fisik, biologis, sosial, dan psikis. Jumlah lansia saat ini mencapai angka sekitar 600 juta jiwa dan jumlah ini diprediksi akan terus meningkat setiap tahunnya.Jumlah lansia yang terus meningkat ini akan menyebabkan beberapa masalah yang timbul yang disebabkan karena sebuah proses penuaan yang dialami lansia. sering kita jumpai, lansia yang mengalami kemiskinan akan menimbulkan beberapa masalah berupa kesehatan fisik, sosial, ekonomi, dan psikologis. Beberapa masalah ini pastinya harus ditangani dengan baik dan benar agar tidak menimbulkan masalah lainnya. Salah satunya adalah dengan adanya Psikoedukasi, yaitu sebuah pendidikan psikis yang diberikan kepada lansia. (https://uns.ac.id/, https://fkip.uns.ac.id, https://sosant.fkip.uns.ac.id/)

B. Tujuan Artikel Ilmiah
Tujuan artikel ini adalah memaparkan bagaimana pentingnya sebuah psikoedukasi atau pendidikan psikis yang diberikan kepada orang lanjut usia (lansia). psikoedukasi ini penting diperhatikan, karena seorang lansia pada umumnya mengalami sebuah keadaan dimana sebuah keadaan tersebut dapat mempengaruhi perkembangan psikisnya. hal ini dapat dilihat ketika seseorang mengalami masa-masa lanjut usia, mereka mulai mengalami suatu perubahan kondisi patologisnya, berupa daya ingat yang menurun, kulit yang keriput, tulang yang menalami pengapuran, penurunan daya ingat, mata rabun, dan keterbatasan dalam melakukan sebuah aktivitas. Hal ini yang akan menimbulkan dampak bahwa ke depannya seorang lansia dituntut untuk dapat melakukan sebuah penyesuaian diri terutama dalam segi social lebih besar kapasitasnya, mengingat bahwa masa-masa lansia adalah suatu masa dimana seseorang rentan terhadap gangguan fungsi fisik, sosial, maupun psikologis. (https://uns.ac.id/)

C. Pembahasan

Seperti yang kita ketahui, gangguan psikologis yang dialami kebanyakan lansia antara lain mencakup gangguan depresi, susah tidur, rasa cemas, Alzheimer, demensia, dan sindroma diagnosis. Gangguan ini dapat menyebabakan suatu ketergantungan terhadap orang lain. Namun, sebagian besar masyarakat bahkan lansia itu sendiri tidak menyadari akan hal itu. Oleh sebab itu, pemberian psikoedukasi dengan cara memberikan deteksi dini gangguan psikis pada lansia sangat diperlukan untuk meminimalisir gangguan psikis yang lebih berat. Salah satu caranya adalah dengan cara menyelaraskan kebutuhan fisik dengan kebutuhan psikis, serta sosial, sehingga lansia bisa lebih produktif. Seperti yang dilakukan oleh para psikolog dan psikiater dr. Rohmaningtyas Hidayah Setyaningrum, Sp.Kj., M.Kes., Rini Setyowati, S.Psi., dan Rahmah Saniatuzzulfa, S.Psi., M.Psi., melakukan aksi nyata demi mengoptimalkan peran lansia melalui beberapa kegiatan di beberapa Posyandu Lansia, Pengurus PKK, dan juga Ketua RT/RW di Kartasura. Pengabdian ini berupa pendampingan kader Posyandu Lansia melalui pendekatan psikoedukasi, dan simulasi praktek deteksi dini gangguan psikologi lansia. kegiatan ini diadakan pada bulan Agustus hingga September 2018. Pengabdian ini diharapkan dapat menciptakan kader kesehatan Posyandu Lansia, dengan melakukan pemaparan,materi terhadap kejadian gangguan psikis yang dialami oleh lansia, pembekalan tentang bagaimana cara penanganan apabila terjadi gangguan psikis pada lansia. dengan terbentuknya kader ini, diharapkan bisa meningkatkan kesehatan Lansia, baik dari segi fisik, maupun psikisnya. (https://uns.ac.id/)

D. Kesimpulan

Orang Lanjut Usia atau yang biasa disebut dengan Lansia, adalah mereka yang berada di kisaran umur di atas 60 tahun. Seperti yang kita ketahui, bahwasanya ketika seseorang telah mencapai masa lansia, maka setiap fungsi baik fisik maupun psikisnya melemah. Hal ini akan menjadi sebuah masalah tersendiri apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh sebab itu, psikoedukasi atau pendidikan psikis sangat penting dilakukan. Psikoedukasi ini tentunya melibatkan setiap peran masyarakat di sekitar lansia tersebut. Salah satunya dengan mempersiapakan setiap kader Kesehatan Posyandu Lansia untuk menangani setiap gejala gangguan psikis yang dialami lansia. hal ini tentunya mempunyai tujuan , yakni agar lansia bisa terjaga kesehatannya, baik dari segi fisik, maupun psikisnya. hal ini juga bisa berdampak positif, yaitu setiap lansia yang mendapatkan penanganan psikoedukasi yang baik akan bisa produktif, dan lebih bahagia di masa tuanya.

Demikianlah review artikel ilmiah yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila terdapat salah atau kurangnya. Terimakasih.

2 komentar: